Filosofi Matematika

Ada teman (namanya Bu Lidya) kirim ini ke saya. Masuk akal juga sih.

FILOSOFI MATEMATIKA

Pernah nggak Anda berpikir :
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah :
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus matematikanya :
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.

Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus matematikanya :
- x - = +

It's cool, isn't it?

Pemberian Allah adalah Pemberian Terbaik

Beberapa hari terakhir saya merenungi cerita hidup yang telah saya lalui. Mulai saat hidup di Surabaya hingga di Taipei. Segalanya berjalan bak dongeng. Kini, segalanya terasa indah meski saat itu saya merasa tak seindah ini. Dalam perenungan itu saya tersadar bahwa segala yang telah saya lalui adalah yang terbaik menurut Allah bagi saya. Tidak semua yang saya inginkan diberikan oleh Allah tapi segala yang saya butuhkan telah disiapkan oleh Allah. Sebagai manusia biasa, memang saat itu saya kecewa karena yang saya inginkan adalah "A" tapi oleh Allah saya diberi "B". Ibu waktu itu selalu bilang, "yakinlah bahwa ini yang terbaik untukmu".

Banyak yang bilang bahwa "segala sesuatu ada hikmahnya". Ternyata memang benar. Hikmahnya belum tentu berlaku untuk saat itu saja. Mungkin keesokan harinya, setahun kemudian, bahkan puluhan tahun berikutnya. Jalani saja semuanya dengan ikhlas, dengan totalitas, dengan tawakal.

Ada saat di mana saya merasa benar-benar kecewa, kurang ikhlas, dan setengah-setengah dalam mengerjakan. Hasilnya? Saat ini saya selalu berandai-andai untuk kembali ke masa itu dan mengerjakan segalanya dengan sempurna. Bukan kehendak Allah jika saya setengah-setengah saat itu. Itu kehendak saya.

Allah tak akan mengubah nasib seseorang jika manusia itu hanya bermalas-malasan, hanya bertopang dagu.
Selalu berdoa agar Allah memberi jalan yang lurus, jalan yang diridhai. Berdoa agar Allah senantiasa menunjukkan perkara yang benar adalah benar, perkara yang salah adalah salah dan semoga Allah memberikan kekuatan untuk melakukan kebenaran dan menjauhi keburukan.

Wahai Allah, Engkaulah pemilik hati ini. Engkau pula yang membolak-balikkan hati ini. Tetapkanlah hati ini pada agamaMu dan ketaatan padaMu.

Amin.

Sekedar catatan pengingat diri untuk selalu bersyukur dan berusaha.

Sinyal Komunikasi Wireless di Taipei

Tulisan ini tidak akan membahas jenis teknologi wireless yang dikembangkan di Taiwan, apalagi tentang detil spesifikasinya. Bukan. Tulisan ini hanya hanya sebagai bentuk kemaguman dengan kuatnya sinyal wireless di Taipei yang gak putus nyambung.

Selama hidup di Taipei, saya takpernah kehilangan sinyal. Mulai dari WiFi (kata Prof, huruf W dan F ditulis kapital) gratisan sampai sinyal 3G ponsel yg berbayar semuanya "kleleran". Gambar hasil jepretan saat duduk di taman bisa langsung diunggah ke socmed saat itu juga pake WiFi. Update status saat terjepit di sela-sela ketiak para penumpang yang bergantungan saat bus kota mulai oleng ke kiri pun bisa. Pake apa? Pake WiFi. Naik MRT saat melewati terowongan bawah sungai sambil streaming an YouTube pun bisa. Mau pake WiFi ataupun koneksi data operator seluler, bungkus deh.

Agar bisa akses WiFi gratis, saya tak perlu bayar (kalau bayar namanya gak gratis). Cukup daftar di web nya TPEfree.



Mahasiswa Ph.D (Lelaki vs Wanita)

Beberapa hari yang lalu saya ketemu dengan seorang teman yang sama-sama mengembara ke Pulau Formosa demi selembar ijasah dan segebok ilmu (hallllah). Sebut saja namanya Bunga (red, bukan nama sebenarnya). Kami ngobrol panjang lebar tinggi dan meluber kemana-mana. Ada sebuah obrolan yang membuat saya baru sadar dengan realita di lapangan. Padahal saya sering mendapat perlakuan seperti itu. Mungkin itulah bedanya orang Computer Science dengan orang Sosial. Daya analisis tentang kehidupan sosialnya sangat timpang.

Teman perempuan saya tadi (Si Bunga) bilang: "Mbak, kenapa ya kalau cowok+single+mahasiswa PhD pasti akan dianggap WoW, dianggap luar biasa dan akan dielu-elukan lawan jenis. Coba bandingkan dengan cewek+single+mahasiswa PhD. Dia akan dipandang sebelah mata, dicibir, dan akan dpt omongan: hati-hati nanti lelaki akan takut dekati kamu"

Saya 100% membenarkan quote dari teman saya, karena itu yang terjadi di depan saya. Mungkin saat perkenalan pertama, orang akan nanya: "mahasiswa tingkat apa mbak?"
  "S3," jawabku.
  Mereka akan berdecak kagum: "Wah, hebat!"
  Mereka akan melanjutkan pertanyaannya: "Umur berapa? Sudah menikah?"
  Saya menjawab: "Lebih dari 25 tahun. Saya belum menikah."
  80% dari para penanya itu akan mengubah mimik muka mereka 180 derajat dan akan bilang:
  "Jangan terlalu tinggi sekolahnya. Nanti para lelaki akan takut mendekati."

Hanya orang-orang tertentu yang sadar pentingnya peranan wanita dan pendidikan dalam keluarga akan tetap mempertahankan mimik muka mereka.

Saya juga tidak menyalahkan orang-orang berpikir demikian karena memang itu yang terjadi di lapangan.


Dear lelaki di luar sana, sebesar itukah ego kalian?
Ego untuk tidak mau disaingi oleh wanita
Ego untuk selalu tampak unggul di depan wanita
Ego untuk menjadi kepala keluarga yang ingin selalu menang

Guru ngaji saya (pakar Filsafat Islam) pernah berpesan: "Ikutilah falsafah tubuh. Tubuh disusun dengan urutan: kepala, perut, dan (maaf) kemaluan. Artinya, carilah ilmu (sekolah), carilah uang untuk kebutuhan perut (bekerja), kemudian penuhi kebutuhan biologis (menikah)."

Memang, menikah itu akan menyempurnakan separuh agama (dan separuhnya lagi adalah ketakwaan kepada Allah). Takwa itu melakukan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Salah satu perintah Allah adalah mencari ilmu. Ya kan? Ya kan? Ah sudahlah,,,panjang urusannya kalau bawa-bawa ayat Allah. Saya bukan ahli tafsir.

Sebagai wanita normal, saya juga ingin menikah. Hanya saja, saya yang paling tahu keadaan diri saya. Kapan saya akan mengetuk palu untuk itu. :D

Dear lelaki di luar sana yang bersedia menjadi suamiku kelak.
Terima kasih telah meredam keegoanmu
Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk menambah jumlah muslimah berpendidikan
Terima kasih telah membiarkanku memperjuangkan selembar ijasah PhD untuk orang tuaku
Terima kasih telah memilihku 



ditulis dalam suasana galau menyambut 2nd Qualify Exam semester depan





Mistletoe

It's the most beautiful time of the year,
Lights fill the streets spreading so much cheer,
I should be playing in the winter snow,
But I'mma be under the mistletoe.


I don't wanna miss out on the holiday,
But I can't stop staring at your face,
I should be playing in the winter snow,
But I'mma be under the mistletoe.

Everyone's gathering around the fire,
Chestnuts roasting like a hot July,
I should be chillin' with my folks, I know,
But I'mma be under the mistletoe.


--JB, Mistletoe--

This is a bunch of mistletoe :D


mistletoe

Buku Galau


Ternyata membuat berbagai laporan menyebabkan penulisan bukuku (yang kedua) terbengkalai.
Ternyata kenikmatan uang juga menyebabkan penulisan bukuku (yang kedua) terbengkalai.



sudah setahun terbengkalai....
parah






Surabaya

Nama Surabaya berasal dari dua kata "Sura" dan "Baya". Sura adalah sejenis ikan hiu sedangkan baya adalah buaya. Menurut mitos, dua hewan ini saling bertanding untuk mendapatkan predikat "the strongest and the most powerful animal". Sebenarnya, sura dan baya adalah perlambangan dari tentara utusan Kubilai Khan dan tentara Raden Wijaya. Selain itu, Surabaya juga dapat diartikan sebagai "Sura ing Baya" yang berarti "bravely facing danger".

Menurut saya, benang merah dari beberapa penafsiran tentang Surabaya adalah "keberanian menghadapi segala bahaya demi terwujudnya cita-cita". Sepertinya, gelar "bonek" memang cocok untuk arek Suroboyo. Bagi saya, langkah awal mencapai cita-cita adalah "nekat" dan "tekad".

I am proud to be an "arek Suroboyo".

:'(

I only pray you'll never leave me behind
I take your head and hold it closer to mine

Doa

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling


Chairil Anwar
13 November 1943 

Lagu Rindu untuk Mama


Peluklah lelah jiwaku, Mama
yang terluka dipecundangi dunia
hanya kasihmu yang mampu lindungi lemah hatiku
yang tak sekuat hatimu

Peluk hati kecil yang penuh dendam ini
ajari ku menghapus sebuah rasa benci
biarkan kasih lembutmu sentuh hatiku
ubah aku jadi buah hati yang dulu

Kumohon hentikan air matamu, Mama

-- disadur dari Sekuat Hatimu (Last Child) dengan perubahan seperlunya --