Recent Articles

Ibu

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemundian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu

bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku

D. Zawawi Imron
1966

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,48-id,37327-lang,id-c,puisi-t,Puisi+Puisi+D+Zawawi+Imron-.phpx

Taipei Dreamin 台北沉睡了 (Aaron Yan - 炎亞綸)



夜空突然 無聲了
Yèkōng túrán wúshēngle
The night suddenly has no sound
路燈終於 疲倦了
 lùdēng zhōngyú píjuànle
The lamp posts are finally tired
浪是被人遺忘的 情歌
Làng shì bèi rén yíwàng de qínggē
It is the love song people have forgotten

我是夢遊 或醒著
Wǒ shì mèngyóu huò xǐngzhe
Am I swimming in a dream or am I awake?
為甚麼胸口 會溫熱
 wèishéme xiōngkǒu huì wēn rè
Why are my wounds still warm?
是否目睹過甚麼 太美了
Shìfǒu mùdǔguò shèn me tàiměile
Perhaps I have seen something too beautiful

妳或許來過 像一場煙火
Nǎi huòxǔ láiguò xiàng yīchǎng yānhuǒ
You’ve maybe come here before, like a display of fireworks
燃燒過我的瞳孔然後 狠狠墜落
Ránshāoguò wǒ de tóngkǒng ránhòu hěn hěn zhuìluò
To burn before my eyes, and then cruelly fall

最美時刻 台北沉睡了 浪漫沒風聲
Zuìměi shíkè táiběi chénshuìle làngmàn méi fēngshēng
At the best moment, Taipei is sleeping, romance loses its voice
能找誰證明存在過
Néng zhǎo shuí zhèngmíng cúnzàiguò
Who could verify my existence?

有沒有愛過 我也想問我
Yǒu méiyǒu àiguò wǒ yě xiǎng wèn wǒ
Have I loved before? I wanna ask myself
來不及天亮淚水已經 潮起潮落
Láibují tiānliàng lèishuǐ yǐjīng cháo qǐ cháo luò
The night rose then fell to day, and tears have risen and fallen
告別時刻 台北沉睡了 嘆息很沉默
Gàobié shíkè táiběi chénshuìle tànxí hěn chénmò
At the time of goodbye, Taipei’s sleeping, the sighs are heavy

目中無人擁抱過 不留下 線索
Mùzhōngwúrén yǒngbàoguò bù liú xià xiànsuǒ
No one has seen me hug anyone, no evidence is left
當星光都 很模糊
Dāng xīngguāng dōu hěn móhú
The stars seem so blurry
不如都別 看清楚
bùrú dōu bié kàn qīngchu
If you don’t see them you get a clearer image

就讓台北趁日出 起霧
Jiù ràng táiběi chèn rì chū qǐ wù
Let Taipei rise out from its clouds
陪我一起 迷了路
Péi wǒ yīqǐ míle lù
Together with me, we are lost
不失為糊塗的幸福
bùshīwéi hútú de xìngfú
We have not lost this blurry happiness
放棄清醒的地圖 太滿足
Fàngqì qīngxǐng dì dìtú tài mǎnzú
Giving up a clear map, satisfied

我真的愛過 如果妳問我
Wǒ zhēn de àiguò rúguǒ nǎi wèn wǒ
I’ve really loved before, if you wanna ask me
否則我不會一直感受 失去甚麼
Fǒuzé wǒ bù huì yīzhí gǎnshòu shīqù shénme
Otherwise I wouldn’t constantly feel like I lost something
多想今夜 台北沉睡了 故事有下落
Duō xiǎng jīnyè táiběi chénshuìle gùshì yǒu xiàluò
Thinking that tonight Taipei is sleeping, the story has an ending
把妳抱在我懷中 不准再 錯過
Bǎ nǎi bào zài wǒ huái zhōng bù zhǔn zài cuòguò
Hugging you, not letting you go

http://tuneuplyrics.wordpress.com/2013/12/11/aaron-yan-taipei-dreamin/
http://arbitrarilynamed.wordpress.com/2014/02/07/taipei-dreamin-%E5%8F%B0%E5%8C%97%E6%B2%89%E7%9D%A1%E4%BA%86-chinese-english-lyrics/

Pahlawan Devisa Pejuang Pendidikan

Taiwan adalah sebuah negara di Asia Timur dengan jumlah penduduk 23 juta. Sekitar 1% penduduk Taiwan (230.000) adalah Warga Negara Indonesia yang sebagian besar sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hingga akhir September 2013, jumlah TKI di Taiwan sebesar 205.000. Hampir 80% dari TKI bekerja sebagai care taker. Sisanya, berprofesi sebagai pekerja pabrik, konstruksi, panti jompo, dan nelayan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa TKI (di manapun negara penempatannya) adalah pahlawan devisa. Di beberapa sumber menyebutkan bahwa TKI menjadi penyelamat Indonesia dari resesi dunia. Namun, saya melihat bahwa beberapa kebijakan pemerintah masih banyak yang tidak berpihak kepada TKI. Mungkin bisa dimaklumi jika TKI merasa tersinggung jika ada yang menulis "Jangan tanya, apa yang negara telah berikan kepadamu tapi apa yang telah kau berikan untuk negata". Sudah jelas, mereka pahlawan devisa tapi hanya segelintir orang yang mau berpihak pada mereka.

Ah, sudahlah. Terlalu panjang kalau saya ulas di sini. 

Indonesia dan Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan,, hanya Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei) yang berfungsi seperti kantor kedutaan. KDEI Taipei sangat memperhatikan kehidupan para TKI. Sebagai salah satu bentuk pembinaan TKI di Taiwan, KDEI bekerja sama dengan Universitas Terbuka membuka perwakilan UT di Taiwan. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala KDEI Taipei - Bp. Harmen Sembiring dan Rektor UT - Prof. Tian Belawati.

Waktu bergulir, saat ini UT Taiwan berumur 2 tahun (terhitung sejak penandatanganan MoU). Dalam praktik hariannya, KDEI Taipei menunjuk PPI Taiwan sebagai pelaksana. Badan Pelaksana (Bapel) adalah badan nonprofit di bawah pengawasan PPI Taiwan dan bersifat otonom serta bertanggung jawab kepada KDEI Taipei selaku pemberi mandat. Suka duka sebagai Bapel menjadi candu tersendiri. Pujian dan cacian seolah cambuk bagi Bapel untuk lebih semangat bekerja tanpa pamrih demi mahasiswa.

Mahasiswa UT Taiwan sebagian besar (95%) adalah TKI. Mereka menyempatkan diri untuk kuliah di tengah kesibukan bekerja. Ada mahasiswa yang sangat beruntung, uang kuliah dibayari, peralatan kuliahpun dilengkapi. Ada juga mahasiswa yang kurang beruntung. Jangankan dibayari uang kuliah dan dilengkapi kebutuhan kuliahnya, ijin di hari minggu untuk ikut ujianpun tidak bisa diperoleh.

Semangat membara untuk menjadi TKI penyelamat negara selalu berkobar di hati mereka. Bukan hanya penyelamat devisa, merekapun akan menjadi penyelamat pendidikan bangsa. Saat mereka berhasil menjadi seorang sarjana,  kemungkinan besar mereka bertekad menyekolahkan anak-anaknya menjadi sarjana tanpa harus menjadi TKI. Karena apa? Karena Indonesia sudah menjadi negara makmur, sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hasil kerja keras sebagai TKI telah digunakan untuk membuka lapangan kerja. Kembali ke tanah air dan memulai babak baru kehidupan dengan uang di genggaman, ijasah di tangan, kemampuan bahasa di luar kepala, dan pengalaman yang luar biasa.

Saya bermimpi? Mungkin. Tapi, dunia ini dibangun dari mimpi.

Semangat hari pahlawan!
Salam rindu dari seberang.
Taipei, 10 November 2013










Legenda Kali Brantas, Kali Mas, Kali Porong, dan Pohon Asam

Saat kecil, sebelum tidur, Ayah sering mendongeng. Ada beberapa kisah yang membuatku terkagum-kagum saat itu. Salah satunya adalah cerita dengan judul di atas. Terlepas dari benar atau tidak (kemungkinan besar tidak benar), berikut ini kisahnya.

Pada suatu pemerintahan di Kerajaan Kediri, terjadi pembagian wilayah kerajaan. Empu Barada dipercaya utk membagi wilayah. FYI: Si Empu ini sakti dan bisa terbang. Utk membagi wilayah, si empu membawa kendi berisi air. Sambil terbang, dia menuangkan isi air kendi (konon, tumpahan air itu menjadi sungai brantas). Dia terus menuangkan air, hingga sarung Empu kecantol pohon asam. Dia kaget dan kendinya pecah jadi dua. Konon, pecahannya mjd kali porong dan kali mas. Lalu si empu marah dan nyumpahi pohon asam.

Kata bapakku, si empu bilang gini: sanajan witmu gede, nanging wohmu ora bakal iso gede (meskipun pohonmu besar, tetapi buahmu tak akan besar). Itulah sebabnya, pohon asam gk bs menghasilkan asam yg segede mangga

Saat itu, yang ada di pikiranku adalah: kendinya sebesar apa ya? Empu Barada punya sarung berapa? Saat itu ada penjahit gak?

Soulik Typhoon Mampir ke Taiwan

Hidup di Taipei itu penuh tantangan, harus mampu menantang bahaya. Apalagi saat musim panas (baca: summer). Di musim seperti ini Taiwan sering dilanda gempa dan badai (typhoon). Taiwan sering gempa karena berada di lempengan yang aktif (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Geology_of_Taiwan). Sedangkan typhoon sering mampir ke negara ini karena letaknya yang diapit lautan lepas (pulau kecil diapit lautan lepas)

http://www.lib.utexas.edu/maps/middle_east_and_asia/taiwan.gif



Di summer tahun ini, typhoon pertama diramalkan terjadi antara 12 - 13 Juli 2013. Typhoon ini dinamakan Soulik. Central Weather Bureau (Biro peramal cuaca) selalu memberikan warning melalui http://www.cwb.gov.tw/eng/. Jadi, tinggal di Taipei harus aware dengan segala informasi yang ada. Dengan adanya warning yang selalu diperbarui, korban jiwa dapat diminimalisasi. Saat typhoon, pejabat setempat juga menjadikan hari H sebagai hari libur (di Taiwan jarang-jarang libur lo). Para penduduk yang tinggal di daerah-daerah yang rawan longsor juga dievakuasi. Kantong-kantong pasirpun disiapkan.

Typhoon Warning

Pengumuman Libur

Berikut ini berita yang saya kutip dari situs ini
Thousands of people were evacuated in Taiwan and the entire island declared an “alert zone” as Typhoon Soulik made landfall early on Saturday morning, killing one person and injuring seven.
In the capital Taipei, a 50-year-old police officer died after he was hit in the head by a brick that came loose during the typhoon, the Central Emergency Operation Centre said.
Seven people were also injured in Taipei, mostly by falling objects.

Bagaimanakah keadaan di sekitar kampus NTUST?
Beginilah:









Alhamdulillah, saya baik-baik saja.













Senam Kesegaran Jasmani

Ada yang masih ingat dengan Senam Kesegaran Jasmani? Yup, senam ini adalah senam masal yang digalakkan di dekade akhir pemerintahan Soeharto. Hampir semua orang yang hidup di jaman itu pasti ngerti yang disebut eSKaJe. Menurut saya, senam ini benar-benar keren loh. Iringan musiknya cetar membahana. Gerakannya juga simpel dengan durasi yang tak terlalu lama dan bisa diikuti semua usia. Ada beberapa versi SKJ. Entah kenapa, yang teringat di kepala saya SKJ versi 1988. Mungkin karena saat SD, seminggu sekali kami berbaris dan melakukan senam ini sebelum masuk kelas. Eits, baru ingat juga kalau saya pernah ikut lomba SKJ saat kelas 6, tapi SKJ versi 1992.

Kenapa SKJ semacam ini tidak diaktifkan lagi? Simpel, sehat, dan senang. Gerakan simpel, badan sehat, hati senang. Bukankah Men Sana in Corpore Sano?

Ingin mengingat ulang gerakannya? Check this out. Sumpah, ini video bikin saya ngakak. Ada logo PPFN (Persatuan Produksi Film Negara) dan logo TVRI.



additional note: gak semua produk Orba buruk.

Filosofi Matematika

Ada teman (namanya Bu Lidya) kirim ini ke saya. Masuk akal juga sih.

FILOSOFI MATEMATIKA

Pernah nggak Anda berpikir :
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah :
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus matematikanya :
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.

Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus matematikanya :
- x - = +

It's cool, isn't it?

Pemberian Allah adalah Pemberian Terbaik

Beberapa hari terakhir saya merenungi cerita hidup yang telah saya lalui. Mulai saat hidup di Surabaya hingga di Taipei. Segalanya berjalan bak dongeng. Kini, segalanya terasa indah meski saat itu saya merasa tak seindah ini. Dalam perenungan itu saya tersadar bahwa segala yang telah saya lalui adalah yang terbaik menurut Allah bagi saya. Tidak semua yang saya inginkan diberikan oleh Allah tapi segala yang saya butuhkan telah disiapkan oleh Allah. Sebagai manusia biasa, memang saat itu saya kecewa karena yang saya inginkan adalah "A" tapi oleh Allah saya diberi "B". Ibu waktu itu selalu bilang, "yakinlah bahwa ini yang terbaik untukmu".

Banyak yang bilang bahwa "segala sesuatu ada hikmahnya". Ternyata memang benar. Hikmahnya belum tentu berlaku untuk saat itu saja. Mungkin keesokan harinya, setahun kemudian, bahkan puluhan tahun berikutnya. Jalani saja semuanya dengan ikhlas, dengan totalitas, dengan tawakal.

Ada saat di mana saya merasa benar-benar kecewa, kurang ikhlas, dan setengah-setengah dalam mengerjakan. Hasilnya? Saat ini saya selalu berandai-andai untuk kembali ke masa itu dan mengerjakan segalanya dengan sempurna. Bukan kehendak Allah jika saya setengah-setengah saat itu. Itu kehendak saya.

Allah tak akan mengubah nasib seseorang jika manusia itu hanya bermalas-malasan, hanya bertopang dagu.
Selalu berdoa agar Allah memberi jalan yang lurus, jalan yang diridhai. Berdoa agar Allah senantiasa menunjukkan perkara yang benar adalah benar, perkara yang salah adalah salah dan semoga Allah memberikan kekuatan untuk melakukan kebenaran dan menjauhi keburukan.

Wahai Allah, Engkaulah pemilik hati ini. Engkau pula yang membolak-balikkan hati ini. Tetapkanlah hati ini pada agamaMu dan ketaatan padaMu.

Amin.

Sekedar catatan pengingat diri untuk selalu bersyukur dan berusaha.

Sinyal Komunikasi Wireless di Taipei

Tulisan ini tidak akan membahas jenis teknologi wireless yang dikembangkan di Taiwan, apalagi tentang detil spesifikasinya. Bukan. Tulisan ini hanya hanya sebagai bentuk kemaguman dengan kuatnya sinyal wireless di Taipei yang gak putus nyambung.

Selama hidup di Taipei, saya takpernah kehilangan sinyal. Mulai dari WiFi (kata Prof, huruf W dan F ditulis kapital) gratisan sampai sinyal 3G ponsel yg berbayar semuanya "kleleran". Gambar hasil jepretan saat duduk di taman bisa langsung diunggah ke socmed saat itu juga pake WiFi. Update status saat terjepit di sela-sela ketiak para penumpang yang bergantungan saat bus kota mulai oleng ke kiri pun bisa. Pake apa? Pake WiFi. Naik MRT saat melewati terowongan bawah sungai sambil streaming an YouTube pun bisa. Mau pake WiFi ataupun koneksi data operator seluler, bungkus deh.

Agar bisa akses WiFi gratis, saya tak perlu bayar (kalau bayar namanya gak gratis). Cukup daftar di web nya TPEfree.



Mahasiswa Ph.D (Lelaki vs Wanita)

Beberapa hari yang lalu saya ketemu dengan seorang teman yang sama-sama mengembara ke Pulau Formosa demi selembar ijasah dan segebok ilmu (hallllah). Sebut saja namanya Bunga (red, bukan nama sebenarnya). Kami ngobrol panjang lebar tinggi dan meluber kemana-mana. Ada sebuah obrolan yang membuat saya baru sadar dengan realita di lapangan. Padahal saya sering mendapat perlakuan seperti itu. Mungkin itulah bedanya orang Computer Science dengan orang Sosial. Daya analisis tentang kehidupan sosialnya sangat timpang.

Teman perempuan saya tadi (Si Bunga) bilang: "Mbak, kenapa ya kalau cowok+single+mahasiswa PhD pasti akan dianggap WoW, dianggap luar biasa dan akan dielu-elukan lawan jenis. Coba bandingkan dengan cewek+single+mahasiswa PhD. Dia akan dipandang sebelah mata, dicibir, dan akan dpt omongan: hati-hati nanti lelaki akan takut dekati kamu"

Saya 100% membenarkan quote dari teman saya, karena itu yang terjadi di depan saya. Mungkin saat perkenalan pertama, orang akan nanya: "mahasiswa tingkat apa mbak?"
  "S3," jawabku.
  Mereka akan berdecak kagum: "Wah, hebat!"
  Mereka akan melanjutkan pertanyaannya: "Umur berapa? Sudah menikah?"
  Saya menjawab: "Lebih dari 25 tahun. Saya belum menikah."
  80% dari para penanya itu akan mengubah mimik muka mereka 180 derajat dan akan bilang:
  "Jangan terlalu tinggi sekolahnya. Nanti para lelaki akan takut mendekati."

Hanya orang-orang tertentu yang sadar pentingnya peranan wanita dan pendidikan dalam keluarga akan tetap mempertahankan mimik muka mereka.

Saya juga tidak menyalahkan orang-orang berpikir demikian karena memang itu yang terjadi di lapangan.


Dear lelaki di luar sana, sebesar itukah ego kalian?
Ego untuk tidak mau disaingi oleh wanita
Ego untuk selalu tampak unggul di depan wanita
Ego untuk menjadi kepala keluarga yang ingin selalu menang

Guru ngaji saya (pakar Filsafat Islam) pernah berpesan: "Ikutilah falsafah tubuh. Tubuh disusun dengan urutan: kepala, perut, dan (maaf) kemaluan. Artinya, carilah ilmu (sekolah), carilah uang untuk kebutuhan perut (bekerja), kemudian penuhi kebutuhan biologis (menikah)."

Memang, menikah itu akan menyempurnakan separuh agama (dan separuhnya lagi adalah ketakwaan kepada Allah). Takwa itu melakukan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Salah satu perintah Allah adalah mencari ilmu. Ya kan? Ya kan? Ah sudahlah,,,panjang urusannya kalau bawa-bawa ayat Allah. Saya bukan ahli tafsir.

Sebagai wanita normal, saya juga ingin menikah. Hanya saja, saya yang paling tahu keadaan diri saya. Kapan saya akan mengetuk palu untuk itu. :D

Dear lelaki di luar sana yang bersedia menjadi suamiku kelak.
Terima kasih telah meredam keegoanmu
Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk menambah jumlah muslimah berpendidikan
Terima kasih telah membiarkanku memperjuangkan selembar ijasah PhD untuk orang tuaku
Terima kasih telah memilihku 



ditulis dalam suasana galau menyambut 2nd Qualify Exam semester depan